Demokrasi sekuleris disebut sebagai ideologi Kufar dan Zhalim. Kufar, jika orang menganggap ada lagi peraturan yang lebih baik daripada Allah dan Rasulnya. Zhalim, jika orang menggunakan hukum dan undang-undang selain dari hukum dan undang-undang Allah, karena tidak mengetahui (kebodohan) tentang hukum Allah.
Sebenarnya, sebelum republik di dunia lahir seorang Filosof Yunani SM Aristoteles, mengatakan bahwa Demokrasi tidak akan bertahan lama. Jadi penulis memberikan kesimpulan demokrasi sekuleris ibarat nyala api “Nar” neraka dunia ciptaan demokrasi sekulerisme bergelimpanglah, manusia-manusia bangkai merintih kesakitan dalam penderitaan dan kesengsaraan, siapa yang masih ragu akan kebenaran ini kita semua akan di tertawakan oleh sejarah dunia.
Bahkan pula, seorang di antara itu ada yang menolak pernyataan-pernyataan di atas yang mengatakan, kita tak boleh mencari pegangan dan pedoman baru karena kita sudah merasa puas, dengan demokrasi sekulerisme. Dan penulis menjawab baiklah, hanya partai yang berideologi kabur yang mempertahankan demokrasi sekuleris. Hanya seorang yang sesat dan bejad imanya yang berpendirian, bahwa kita tak usah mencari pegangan baru karna merasa cukup dengan demokrasi sekuleris. Hanya Abu Lahab Indonesia yang akan berani mengatakan bahwa siapa yang berani merombak demokrasi sekulerisme adalah penghianat. Pendek kata, hanya partai yang berideologi kabur yang penuh kemunafikan.
Coba saudara buka literature K.H.Isa Anshary yang berjudul Islam dan Demokrasi(1939), menerangkan demokrasi sekulerisme tak ubahnya seperti “cadaverdicipline” sama dengan di siplin bangkai, untuk mengerjakan perintah titah tuan-tuan berkuasa. Di bawah semboyan hendak menyusun manusia baru dan masyarakat baru, kaum demokrasi sekulerisme menjerat leher umat islam dengan tali totaliter tanpa ampun dan tanpa maaf.
Perbedaan persamaan Hizb Tahrir dan Masyumi.
Adapun persamaan cita-cita Masyumi dan Hizbt Tahrir, antara lain Masyumi ingin menengakan daulah islamiyah lewat partai politik secara parlementer dan konstitusional. Akan tetapi Hizbt Tahrir dan Masyumi ada perbedaan dan persimpangan, tapi kedua partai itu sama cita-citanya. Hizbt Tahrir adalah untuk semua negara Muslim bersatu sebagai sebuah negara Islam atau khalifah diatur oleh hukum Islam dan dengan khalifah]kepala negara dipilih oleh umat Islam.
Namun usaha penegakan syari’ah islam di Indonesia Gagal dengan menghilangkan 7 kata dalam Piagam Jakarta, pembubaran Konstituante 1957 yang hampir saja umat Islam mengalami kemenangan, lalu di bubarkan oleh Rezim Tirani Soekarno karna di anggap bertele-tele, dianggap kontra revolusi yang akhirnya para tokoh-tokoh islam yang menentang kaum sekuleris di penjarakan di kamp-kamp pengasingan. Karena di anggap kontra revolusi, dan biarlah Mahkamah sejarah serta Pengadilan Tuhan rabbun djalil mengadilinya kelak. Mereka-mereka manusia munafik dan zhalim tak boleh mengelak dari tanggung jawab.
*Catatan berasal dari diskusi dengan pemuda Hizbt Tahrir mengenai penegakan Khilafah dan tulisan K.H.Isa Anshary Islam Dan Demokrasi (1939) Maninjau, Sumatra Tengah.
Sebenarnya, sebelum republik di dunia lahir seorang Filosof Yunani SM Aristoteles, mengatakan bahwa Demokrasi tidak akan bertahan lama. Jadi penulis memberikan kesimpulan demokrasi sekuleris ibarat nyala api “Nar” neraka dunia ciptaan demokrasi sekulerisme bergelimpanglah, manusia-manusia bangkai merintih kesakitan dalam penderitaan dan kesengsaraan, siapa yang masih ragu akan kebenaran ini kita semua akan di tertawakan oleh sejarah dunia.
Bahkan pula, seorang di antara itu ada yang menolak pernyataan-pernyataan di atas yang mengatakan, kita tak boleh mencari pegangan dan pedoman baru karena kita sudah merasa puas, dengan demokrasi sekulerisme. Dan penulis menjawab baiklah, hanya partai yang berideologi kabur yang mempertahankan demokrasi sekuleris. Hanya seorang yang sesat dan bejad imanya yang berpendirian, bahwa kita tak usah mencari pegangan baru karna merasa cukup dengan demokrasi sekuleris. Hanya Abu Lahab Indonesia yang akan berani mengatakan bahwa siapa yang berani merombak demokrasi sekulerisme adalah penghianat. Pendek kata, hanya partai yang berideologi kabur yang penuh kemunafikan.
Coba saudara buka literature K.H.Isa Anshary yang berjudul Islam dan Demokrasi(1939), menerangkan demokrasi sekulerisme tak ubahnya seperti “cadaverdicipline” sama dengan di siplin bangkai, untuk mengerjakan perintah titah tuan-tuan berkuasa. Di bawah semboyan hendak menyusun manusia baru dan masyarakat baru, kaum demokrasi sekulerisme menjerat leher umat islam dengan tali totaliter tanpa ampun dan tanpa maaf.
Perbedaan persamaan Hizb Tahrir dan Masyumi.
Adapun persamaan cita-cita Masyumi dan Hizbt Tahrir, antara lain Masyumi ingin menengakan daulah islamiyah lewat partai politik secara parlementer dan konstitusional. Akan tetapi Hizbt Tahrir dan Masyumi ada perbedaan dan persimpangan, tapi kedua partai itu sama cita-citanya. Hizbt Tahrir adalah untuk semua negara Muslim bersatu sebagai sebuah negara Islam atau khalifah diatur oleh hukum Islam dan dengan khalifah]kepala negara dipilih oleh umat Islam.
Namun usaha penegakan syari’ah islam di Indonesia Gagal dengan menghilangkan 7 kata dalam Piagam Jakarta, pembubaran Konstituante 1957 yang hampir saja umat Islam mengalami kemenangan, lalu di bubarkan oleh Rezim Tirani Soekarno karna di anggap bertele-tele, dianggap kontra revolusi yang akhirnya para tokoh-tokoh islam yang menentang kaum sekuleris di penjarakan di kamp-kamp pengasingan. Karena di anggap kontra revolusi, dan biarlah Mahkamah sejarah serta Pengadilan Tuhan rabbun djalil mengadilinya kelak. Mereka-mereka manusia munafik dan zhalim tak boleh mengelak dari tanggung jawab.
*Catatan berasal dari diskusi dengan pemuda Hizbt Tahrir mengenai penegakan Khilafah dan tulisan K.H.Isa Anshary Islam Dan Demokrasi (1939) Maninjau, Sumatra Tengah.