Kajian

Kamis, 29 Desember 2011

Analisis Lirik Nangislah Negeriku pada Lagu Jamrud


Siapa tak kenal Band asal Cimahi, Jamrud dalam menuliskan lirik-liriknya penuh dengan kritikan sosial, politik dan kemanusian. Pada album Bumi dan Langit yang diliris tahun 2011, menurut analisis penulis dari segi musikalitas sangat dipenuhi unsur ( trash metal, progresif, growl, sreaming dan rif-rif berat). Lirik-lirik ini sebagian besar diciptakan oleh sang gitaris Azis M.S. dengan meramu lagu tradisional Tapanuli di aransemen kedalam jenis musik metal core, tetapi penulis tidak akan membahas lirik Sik-sik sibatumanikam karena lagu tersebut sangat sulit untuk diterjemahkan kedalam sastra Indonesia hehehe. Di satu sisi ada lirik paling menarik berjudul :

Nangislah Negeriku

racun di bumimu, ada di tanahmu ada di langitmu
racun menyerang lewat gedung berkaca, pabrik berasap
masuk di udaramu, dalam sungaimu siap menelan mangsa
*courtesy of LirikLaguIndon
bongkar perutmu, jual semua minyakmu, batu baramu, gunung emasmu
tebang semua pohonmu, pasir lautmu, tukarkan dengan dolar

nangislah negeriku, kuras air matamu, siapkan nasibmu
(hancur dan hilang tenggelam ke dasar bumi)

Lirik nangislah negeriku mengupas keadaan negeri kita, ketika alam masih perawan telah hilang keperawanan, hutan yang gadis tergadaikan oleh ulah kapitalisme, kepulan asap pabrik yang mengotori bumi kita dan mencemarkan kerangka langit akibat ulah manusia tamak. Kekayaan alam berupa batu-bara, timah, emas, minyak bumi di kuras oleh imprealisme asing dengan mengadaikan rakyat banyak yang terjadi rakyat dimana-mana tidak merasakan kenikmatan sumber daya alam Indonesia. Sangat ironis, bangsa ini seandainya negeri kita diperbudak terus-menerus oleh kekuatan asing dengan membonceng korporasi kapitalism, negeri kita akan hancur dan hilang tenggelam ke dasar bumi.