Dunia Islam di daratan
Timteng mestinya menempatkan dirinya sebagai contoh teladan dari kesatuan dan
keutuhan alam Islami, sejak lama hingga hari ini, belah dan berkeping-keping. Suriah
disatu pihak dengan Saudi difihak lain sampai sekarang masih dalam suasana
gawat. Palestina dan Israel kini berada dalam sengketa tanah yang dijanjikan-promise land, tenaga luar Islam yang
datang menyelesaikan dan mengetangahinya.
Nasib malang telah
menimpa Dunia Islam dalam masa berbilang abad. Kesatuan dan persaudaraan hilang
ditelan bumi : kekuatannya surut dan wibawanya jatuh. Dunia Islam sekarang
bukan lagi merupakan umat kesatuan dan Uhkuwwah tapi telah menjadi umat ‘antah
berantah’; umat yang sudah kehilangan keseimbangan arah dan tujuan.
Apa gerangan yang
menjadi penyebab, Umat yang hidup dengan satu aqidah dan menjalankan Ibadah
serupa itu pecah dan berantakan dalam kepingan?
Apa gerangan yang
menjadi sebab, Umat yang satu ini tidak mampu mewujudkan kesatuan bahasa dan
suara?
Apa kiranya yang
menjadi sebab, umat yang satu Tuhan, satu Kitab, dan satu Qiblat ini dari abad ke
abad selalu berada dalam ancaman
perpecahan dan pertumpahan?
Tidak kurang dari
milyaran manusia Arab kini dihujani dengan aneka ragam perselishan dan tantangan. Egpty, Libya, Pakistan, Sudan, Aljazair,
Suriah, Afganis, Jordan, Iraq dan Palestina sampai kini belum pernah menikmati
udara tenang.
Makkah dan Madinah
tampaknya bukanlah pola yang baik dijadikan teladan dalam bermasyarakat dan
bernegara. Haramain sekarang bukan haraiman yang dahulu. Makkah zaman dahulu
adalah lambang keyakinan dan tegaknya kalimatullah laksana menara laut ditengah
samudera padang pasir.
Madinatul Munawwarah
zaman Nabi adalah Negara Cermelang yang memancarkan bahagia sentosa bagi umat
manusia. Haramain yang dahulu adalah dua kota suci yang memimpin menjadi
uswatun hasanah dalam segala kata dan kemaknaan. (Anshary Isa, K.H. M. 1964. Mudjahid Da’wah. Bandung: PT. Dipenogoro
hal;67).
Ini pun hendaknya
dijadikan fakta lensa bagi generasi muda Islam. Apakah engkau dengan sadar atau
tidak akan melihat dirimu pula dalam badai perpecahan dan perselisihan itu?
Apakah engkau menjadi
ahli waris nenek moyangmu menjadi golongan pemecah, senang kepada perselisihan
dan persengketaan? Jika begitu, perjuangan mu tidak tergerak kemajuan walaupun
setapak
Tidak engkau tidak
boleh terlibat dalam fitnah dan bencana persengketaan itu. Satu-satunya pilihan
bagimu adalah tegakan kesatuan dan gempitakan kesatuan umat. Binalah Wihdatul
Umat, bangun Uhkuwah Islamiyah.
Itulah misi risalah
utama dari Generasi Muda Islam kini dan nanti.
Bandung, 13 Juni 2014
tugas mata kuliah Pergolakan Dunia Islam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar