Kajian

Jumat, 14 Juni 2013

Dunia Islam berbilang Abad






Dunia Islam di daratan Timteng mestinya menempatkan dirinya sebagai contoh teladan dari kesatuan dan keutuhan alam Islami, sejak lama hingga hari ini, belah dan berkeping-keping. Suriah disatu pihak dengan Saudi difihak lain sampai sekarang masih dalam suasana gawat. Palestina dan Israel kini berada dalam sengketa tanah yang dijanjikan-promise land, tenaga luar Islam yang datang menyelesaikan dan mengetangahinya.

Nasib malang telah menimpa Dunia Islam dalam masa berbilang abad. Kesatuan dan persaudaraan hilang ditelan bumi : kekuatannya surut dan wibawanya jatuh. Dunia Islam sekarang bukan lagi merupakan umat kesatuan dan Uhkuwwah tapi telah menjadi umat ‘antah berantah’; umat yang sudah kehilangan keseimbangan arah dan tujuan. 

Apa gerangan yang menjadi penyebab, Umat yang hidup dengan satu aqidah dan menjalankan Ibadah serupa itu pecah dan berantakan dalam kepingan?

Apa gerangan yang menjadi sebab, Umat yang satu ini tidak mampu mewujudkan kesatuan bahasa dan suara?

Apa kiranya yang menjadi sebab, umat yang satu Tuhan, satu Kitab, dan satu Qiblat ini dari abad ke abad selalu berada dalam  ancaman perpecahan dan pertumpahan? 

Tidak kurang dari milyaran manusia Arab kini dihujani dengan aneka ragam perselishan dan tantangan.  Egpty, Libya, Pakistan, Sudan, Aljazair, Suriah, Afganis, Jordan, Iraq dan Palestina sampai kini belum pernah menikmati udara tenang. 

Makkah dan Madinah tampaknya bukanlah pola yang baik dijadikan teladan dalam bermasyarakat dan bernegara. Haramain sekarang bukan haraiman yang dahulu. Makkah zaman dahulu adalah lambang keyakinan dan tegaknya kalimatullah laksana menara laut ditengah samudera padang pasir.

Madinatul Munawwarah zaman Nabi adalah Negara Cermelang yang memancarkan bahagia sentosa bagi umat manusia. Haramain yang dahulu adalah dua kota suci yang memimpin menjadi uswatun hasanah dalam segala kata dan kemaknaan. (Anshary Isa, K.H. M. 1964. Mudjahid Da’wah. Bandung: PT. Dipenogoro hal;67).

Ini pun hendaknya dijadikan fakta lensa bagi generasi muda Islam. Apakah engkau dengan sadar atau tidak akan melihat dirimu pula dalam badai perpecahan dan perselisihan itu?

Apakah engkau menjadi ahli waris nenek moyangmu menjadi golongan pemecah, senang kepada perselisihan dan persengketaan? Jika begitu, perjuangan mu tidak tergerak kemajuan walaupun setapak

Tidak engkau tidak boleh terlibat dalam fitnah dan bencana persengketaan itu. Satu-satunya pilihan bagimu adalah tegakan kesatuan dan gempitakan kesatuan umat. Binalah Wihdatul Umat, bangun Uhkuwah Islamiyah. 

Itulah misi risalah utama dari Generasi Muda Islam kini dan nanti.
 




                                                                                                               Bandung, 13 Juni 2014

tugas mata kuliah Pergolakan Dunia Islam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar