Al-Qur’an
surat Baqarah ayat 183 menerangkan :
“Hai segenap manusia beriman!. Kami
perintahkan kamu supaya mengerjakan puasa seperti telah kami perintahkan kamu
supaya mengerjakan puasa seperti telah kami perintahkan pula yang demikian
terhadap orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu taqwa”.
Allah
telah memerintahkan kepada umat Islam mewajibkan puasa selama bulan ramadhan,
sebagaimana tradisi agama-agama lain melaksanakannya. Orang Kristen berpuasa,
orang Tionghoa berpuasa, orang Yahudi berpuasa, orang Hindu berpuasa sesuai
ajaran risalah agama masing-masing.
Menurut
ahli kedokteran, mengerjakan puasa sangat berguna untuk kesehatan rohaniah.
Teringat sabda Rasulullah SAW mengingatkan :”Maka
berpuasalah kalian supaya sehat”. Tentu, manfaat berpuasa sangat banyak
sekali bagi jiwa manusia. Membangkitkan rasa uhkuwah terhadap kemanusian,
membangkitkan jeritan tangis kaum tidak berpunya dan menghidupkan saling
tolong-menolong.
Perspektif
kesehatan jasmaniah, puasa dapat mengekang hasrat nafsu manusia, tamak dan
serakah. Namun yang terjadi makna ramadhan 1433 H di Negeri kita? Tidak jauh
sebelum ramadhan tahun lalu diantaranya: konsumerisme telah menjadi gaya hidup
remaja muslim, manusia zaman sekarang masih banyak memperkosa hak-hak manusia
lain, skandal korupsi telah biasa bak gurita raksasa yang tak dapat diatas oleh
penguasa negeri ini, kesenjangan ekonomi-sosial telah menjalar kedalam batang
tubuh warga Indonesia
.
Untuk
kesekian kalinya maka kita berdoa kepada Tuhan agar puasa kita mendapatkan
pahala, manfaat dan maghfirah sesuai yang termaksud oleh Allah SWT dan
Rasulnya.
Selamat
menunaikan ibadah ramadhan 1433 H.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar