Bukankah Iman cahaya tauhid, telah bersenandung di
jiwa Muslim
Penggalang seni pelopor jihad, pembangunan budi,
pembela tauhid
Menjadi anshar KALIMAH ALLAH!
Sedia menerima hidup dengan nikmat dam rahmat ilahi
Sedia menerima mati dengan syahid dan berabdi untuk
Allah
Hubaya kalimah sakti-Nya suci dan disucikan
Hubaya terhindar dari ISME manusia sesat yang
bernilai benda
Wahai terbayang dimata kami cahaya kekal di-Alam
Baqa
Kepada manusia penegak kalimah tauhid
Kunjungankah datangnya jihad jama’ah islami
Tidak membela golongan Islam disana, Islam disini
Tetapi satu langkahnya, satu deritanya, Islam
ber-kalimah Tauhid
Namun nazarnya sejurus LI I’LA I KALIMATILLAH.
Konon sayup-sayup ketelingga kami, ada segelintir
manusia jiwa benda
Ingin mencoba menumpas Allah, Muhammad pilihan….dikatakan
penipu
Dicemar dinista, disiram noda, disiram najis….?
Amboi demikian anjaknya pribadi manusia modern a’la
Fir’aun.
Oh!....Bani Insan penggalang Takbir….
Sucikanlah Dia, kalimah sang Agung
Sitalah noda dan najis itu dengan air zamzam yang
mengalir dalam tubuh Muslim
Rahasia kalimah-Nya, dijadikan Dia pendukung untuk
bersujuhada
Karena hayat dan darah untuk Chaliq semesta.
TUHAN!!....!!!!!!
Berikalah kami daya kekuatan dalam menghitung
kebersihan nama-Mu
Berilah warisan kami dibeberapa ABAD nan lampau
Kami takut kalau Engkau menghitung kami, karena
Engkau…
Maha Penanya dan pembalasan…
Bukankah urusan kami dengan Engkau belum selesai!
Oh~!! Tuhan ! kami senantiasa menanti ilham
taufik-Mu
Kapankah perhitungan-Mu akan berlaku terhadap
manusia, penista Engkau?
Kini terhunjam menjadi najid bumi-Mu….
Telah cukup barisan syuhada yang berjejer
disamping-Mu
Semoga tidaklah Engkau tambah lagi derita sang
manusia..!!
Tetapi berilah kami sinar cahaya-Mu untuk seketika
menyelesaikan
Urusan kami dengan Engkau!!!!!!!
Muara Teweh, Kalimantan 9 Desember 1953
*Puisi yang dimuat di majalah ‘Aliran
Islam’ no 56
Tidak ada komentar:
Posting Komentar