Kajian

Jumat, 03 Agustus 2012

Memang Ada Deislamisasi


Deislamisasi memang ada di Indonesia sekarang ini. Mengenai kapan mula pertama munculnya, Tidak begitu jelas. Yang jelas perkembangan deislamisasi sekarang ini terasa makin tajam. Sarana dan kegiatan dakwah Islamiyah boleh berkembang seluas-luasnya, tetapi ideologi politik Islam Nampak ditekan dan tidak boleh berkembang. Nilai-nilai dan istilah-istilah agama diusahakan hilang sehingga tidak ada warnanya sama sekali. 

Kebijasanaan pemerintah sejak beberapa tahun terakhir ini membuktikan adanya deislamisasi itu. Dan pertemuan antara pemerintah dengan Ulama beberapa waktu lalu itu sebetulnya menyangkut deislamisasi. 

Kebijaksanaan atau usaha pemerintah di bidang pendidikan seperti ditetapkannya tidak libur sepenuhnya pada bulan puasa, mau ditetapkannya program Dewey di Sekolah Lanjutan Atas (SMA), semua mengarah kepada deislamisasi. 

Katanya Islam diperlindungi oleh UUD’45 pasal 29. Mana hak perlindungan terhadap orang Islam itu? Malah gerak dan langkah umat Islam seperti dibatasi. Hal ini membuat umat Islam jadi protes. Tapi pemerintah jalan terus. Semestinya “keadaan yang semacam ini jangan di pertajam lagi” pintanya.

Perjuangan kita memang banyak lika-likunya. Ibarat air di kali brantas, banyak melalui lika-liku dan rintangan, tapi akhirnya sampai juga kepada tujuan yaitu lautan. Penghalang-penghalang ini baik berupa gunung, batu besar atau karang tidak mungkin dapat ditembus oleh daya gerak air yang kecil itu.

Mengingat di Indonesia penduduknya mayoritas Islam mestinya siapa pun yang memengang pemerintahan di Negara ini merangkul yang mayoritas tersebut. Tapi nyatanya tidak, malah di musuhi yang mayoritas ini. Umat Islam yang banyak jumlahnya dipandang kecil, tidak punya kekuatan apa-apa, sehingga pihak-pihak tertentu semaunya saja berbuat terhadap umat Islam. Tidak peduli cara yang dilakukan itu menyimpang atau bahkan menusuk perasaan umat Islam. Nampaknya teori Machiavelli (Menghalalkan segala cara) telah diberlakukan terhadap umat Islam. 

Barangkali sekaranglah masanya seperti apa yang diramalkan Rasulullah SAW dalam suatu didialogan dengan beberapa sahabatnya:
Nanti suatu saat umat Islam akan diperbuatkan oleh umat/golongan yang lain seperti memperebutkan makanan lezat di meja makan.”Mereka bertanya, “Kenapa Sampai demikian Ya Rasulullah? Apakah umat Islam waktu itu jumlahnya sedikit (minoritas)?” “Tidak, jumlah umat Islam banyak! Akan tetapi hanya seperti buih yang terapung-apung dipermukaan air (tidak punya kekuatan). Allah cabut rasa takut dari hati musuh-musuh kamu, dan ditanamkan penyakit al-wahn di hati kamu”, Rasulullah menjelaskan. Sahabat kembali bertanya, “Apakah al-wahn itu, ya Rasulullah?” ”Rasulullah menjelaskan. Sahabat kembali bertanya, “Apakah al-wahn itu, ya Rasulullah?” “hubbun dunya (cinta dunia yang berlebihan), wa karohiyatul maut (takut akan mati/menanggung resiko)”, jawab Rasulullah. 

Meskipun demikian kita jangan khawatir dan pesimis dalam menegakkan kalimah Allah dan Syariah Islam di muka bumi ini. Sebab kita punya kekuatan yang mungkin kurang diperhitungkan oleh pihak lain. Kekuatan itu adalah Allah SWT, yang senantiasa berada di pihak yang benar. 

Allahu Akbar

Oleh: Prof. Dr.H. Kasman Singodimedjo 

Sumber majalah Serial Media Dakwah No:85 terbitan DDII 1981M/Ramadhan 1401H.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar