Salah satu ciri dari orang yang munafik ini ialah: tak satu
kata dengan perbuatan, lain dimulut lain dihati. Dan oleh Nabi Muhammad SAW
lebih diperjelas lagi, yaitu: Orang-orang yang bilamana berkata, sudah
berdusta, bilamana berjanji, sukar menepati dan bilamana diberikan kepercayaan,
curang atau khianat.
Munafik adalah semacam penyakit yang mengaliri tubuh, serupa
dengan logam yang dialiri arus listrik. Kalau logam yang dialiri arus listrik
tak mungkin dipegang maka orang munafik itu dari ubun-ubun (ujung rambut)nya
sampai ketumitnya, tidak dapat dipercayainya.
Orang munafik ini musuh ulung yang tak boleh diabaikan.
Bahayanya besar sekali, karena ia selalu saja mengintip-ngintip dan
menunggu-nunggu kesempatan memukul dan menghantam dalam gelap.
Kalau musuh yang terang-terang, gampang menantikan
serbuannya. Kita dapat mengadu licik dan berlomba taktik dengan mereka. Karena
berhadapan-hadapan; maka kalau kita dapat mengikis habisnya, tetapi sebagian
rencananya akan dapat kita patahkan.
Lain halnya dengan orang munafik atau musuh dalam selimut.
Geraknya tak tampak, malahan kadang-kadang serupa kawan bahkan kawan
benar-benar sebenarnya musuh kita tak tanggung-tanggung.
Kalau ummat tidak waspada, dan selalu lengah atau mudah
percaya terhadap orang yang menyatakan dirinya sebagai kawan, maka tunggulah
kehancuran.
Oleh karena itu dengan orang munafik tidak boleh
bermain-main. Mereka tak boleh diberi hati. Dahululah membasmi mereka sebelum
mereka membasmi kita. Membasminya tidak tanggung-tanggung. Tidak daunnya saja
yang dibakar hangus, tetapi, akarnya harus ditumpaskan bongkarannya. Kalau kita
abai dan lengah, akibatnya berat kerusakan budi merajalela bahaya dan
malapertaka kerutuhan datang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar