Kajian

Rabu, 15 Agustus 2012

Munafik


Salah satu ciri dari orang yang munafik ini ialah: tak satu kata dengan perbuatan, lain dimulut lain dihati. Dan oleh Nabi Muhammad SAW lebih diperjelas lagi, yaitu: Orang-orang yang bilamana berkata, sudah berdusta, bilamana berjanji, sukar menepati dan bilamana diberikan kepercayaan, curang atau khianat. 

 Munafik adalah semacam penyakit yang mengaliri tubuh, serupa dengan logam yang dialiri arus listrik. Kalau logam yang dialiri arus listrik tak mungkin dipegang maka orang munafik itu dari ubun-ubun (ujung rambut)nya sampai ketumitnya, tidak dapat dipercayainya. 

Orang munafik ini musuh ulung yang tak boleh diabaikan. Bahayanya besar sekali, karena ia selalu saja mengintip-ngintip dan menunggu-nunggu kesempatan memukul dan menghantam dalam gelap. 

Kalau musuh yang terang-terang, gampang menantikan serbuannya. Kita dapat mengadu licik dan berlomba taktik dengan mereka. Karena berhadapan-hadapan; maka kalau kita dapat mengikis habisnya, tetapi sebagian rencananya akan dapat kita patahkan. 

Lain halnya dengan orang munafik atau musuh dalam selimut. Geraknya tak tampak, malahan kadang-kadang serupa kawan bahkan kawan benar-benar sebenarnya musuh kita tak tanggung-tanggung. 

Kalau ummat tidak waspada, dan selalu lengah atau mudah percaya terhadap orang yang menyatakan dirinya sebagai kawan, maka tunggulah kehancuran. 

Oleh karena itu dengan orang munafik tidak boleh bermain-main. Mereka tak boleh diberi hati. Dahululah membasmi mereka sebelum mereka membasmi kita. Membasminya tidak tanggung-tanggung. Tidak daunnya saja yang dibakar hangus, tetapi, akarnya harus ditumpaskan bongkarannya. Kalau kita abai dan lengah, akibatnya berat kerusakan budi merajalela bahaya dan malapertaka kerutuhan datang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar