Agar
supaya kita jangan terpeleset kepada hal yang menyesatkan kita selaku umat yang
beragama, pelajarilah agama itu sebaik-baiknya (Hadist).
Kaum Muslimin harus berhati-hati dan
waspada terhadap perbuatan-perbuatan yang akan merusak sendi dan ajaran-ajaran
Islam. Sebab di Indonesia ini lain, karena tanahnya subur saja yang ditanam
pasti tumbuh. Ditanam tembakau, tumbuh tembakau; ditanam padi, tumbuh padi;
ditanam jagung tumbuh jagung; ditanam jelatang tumbuh jelatang.
Jika yang tumbuh tembakau, padi dan
jagung kita beruntung. Tetapi kalau jelatang yang tumbuh, alamat kita akan
gatal-gatal semuanya ketularan kudis seluruhnya. Maka dari itu, pelajarilah
agama itu dari sumbernya yang sah. Saya anjurkan terutama kepada yang muda-muda,
disamping inteletualmu yang tinggi itu,
isilah rohmu dengan agama, mudah-mudahan kamu selamat dunia dan akherat.
Tanamkan iman yang kuat didalam dadamu, setelah tertanam jangan sampai
tergadaikan. Apa bila sudah tergadai, orang dengan mudah saja mengatakan: “Hai, berapa kau jual Imanmu….?” Sekali
lagi saya tekankan, pelajarilah agama baik-baik. Mudah-mudahan pendiriamu akan
teguh karena sudah matang dari dalam. Betapapun godaan yang datang, tidak akan
apa-apa, karena penangkis dalam jiwamu sudah kuat.
Jika datang kesenangan diberikan Tuhan
kepadamu, bersyukurlah atas rahmat-Nya itu. Sebaliknya jika kesusahan yang
menimpa diri, terimalah dengan sabar dan dada lapang, yang berarti dirimu
bertambah dekat kepada Allah.
Bila diri sudah dekat kepada Allah, percayalah,
pasti tidak akan disia-siakan-Nya.
Bukan emas saja yang diuji orang, iman
juga dapat ujian. Disaat-saat susah, janganlah hidup berkeluh kesah, anggap
saja sedang menempuh ujian. Jika penuh syarat Iman tentu akan lulus. Sebab apa,
seluas-luasnya menahan sabar akhirnya kita akan bersyukur. Tuhan berjanji,
orang yang sabar dikasihani-Nya. Tetapi ingat pula, bahwa sabar itu ada
batasnya; kalau sudah melewati batas masih diam juga, itu berarti lemah dan
pengecut.
Tulisan Pada Majalah "Seruan Istiqamah 1" Kota Bandung
Tulisan Pada Majalah "Seruan Istiqamah 1" Kota Bandung

Tidak ada komentar:
Posting Komentar